Friday, October 29, 2021

 Puhua  Early Years Show & Tell
 Jumat, 29 Oktober 2021


 Show and Tell adalah kegiatan yang dilaksanakan di Puhua Early Years di setiap semester. Awalnya, disebut Student’s Presentation dan tahun ini diganti menjadi kegiatan  Show & Tell. Tujuan kegiatan ini adalah memupuk kepercayaan diri siswa untuk bicara di depan teman-teman/umum, mengasah  kemampuan bercerita siswa dan juga kemampuan berbahasa Inggris dan Chinese. Dengan perubahana nama menjadi Show & Tell, terjadi tambahan kegiatan  yaitu adanya respon atau tanggapan dari teman-teman.

Kegiatan Show & Tell tahun ini cukup spesial yaitu karena bersamaan dengan peringatan bulan bahasa yang jatuh pada bulan Oktober dimana bangsa Indonesia merayakan sebagai bulan bahasa dan juga masih dilaksanakan dengan cara online. Peringatan sumpah pemuda dan momentum peringatan bulan bahasa menjadi hal sangat penting untuk dirayakan dan dimaknai dengan baik.

Kegiatan Show & Tell ini diawali dengan membagi siswa dalam kelas menjadi dua kelompok, yaitu siswa yang menggunakan bahasa Inggris dan Chinese. Kemudian siswa diminta memilih dengan bantuan orang tua untuk menanyakan tema mana yang akan dipilih. Ada beberapa tema yang diberikan kepada siswa, antara lain adalah my family, my pet, myself dan my favourite food.  Kemudian siswa berlatih dengan miss dan laoshi dengan waktu latihan yang disisipkan di jam KBM tanpa menganggu kegiataan pembelajaran yang penting lainnya.

Kegiatan Show & Tell dilaksanakaan hari Jumat, tanggal 29 Oktober 2021. Kelas dibagi dalam kelompok kecil, setiap kelompok 4-5 siswa sehingga siswa cukup waktu untuk Show & Tell, dan teman-teman yang lainpun mempunyai cukup waktu untuk mengomentari, menanyakan, mengapreasi, dll. Siswa diberikan reward setelah melakukan Show & Tell sebagai bentuk apreasiasi dari sekolah.

Kegiatan Show & Tell telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik serta lancar. Siswa dapat melaksanakan kegaitan Show & Tell dengan baik. Ada beberapa hal yang memerlukan evaluasi, antara lain adalah waktu latihan yang sangat pendek, pendampingan miss/laoshi yang kurang maksimal karena waktu yang sangat singkat dan juga kesulitan karena dalam satu ruangan ada dua guru sehingga ketika ketika latihan tidak fokus. Serta memerlukan ketelitian lagi ketika penulisan penulisan di reward karena masih ada yang harus diperbaiki

Sangat menyenangkan hari ini karena melihat siswa dapat melakukan kegiatan bercerita dalam bahasa Inggris dan Chinese dengan mandiri dan percaya diri. Siswa terlihat “dipaksa” untuk menggunakan bahasa Inggris dan Chinese  dan mereka dapat melakukannya dengan senang,  riang gembira dan tidak terlihat takut untuk bercerita dengan dua bahasa tersebut. Ada banyak gelak tawa dan kegembiraan ketika siswa melakukan kegiatan hari ini.

Pembelajaran hari ini dan dapat menjadi pertimbangan langkah kedepannya adalah “memaksa “ siswa berbahasa Inggris atau Chinese melalui kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan terus menerus  dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan baik.  

Sunday, October 24, 2021

 

SHARING IS CARING
Ina Harjadi
25 October 2021

        When I was a little girl, my parents and teachers used to ask me “what do you want to be when you grow up?” I loudly answered "I want to be a doctor". Because in my opinion ( at that time) and also my parents’  that a doctor was the best profession. My father looked so proud when my oldest sister reached her doctor degree. He hung the doctor plaque in the living room so everybody would take a look at it when came to our house. Maybe, he wanted to prove or to show to everybody that he was successful in educating  his children. So that was why it was one of my reasons when I was a kid,  I wanted to follow her. I am not mad to my parents when they expressed their overjoyed happiness on my oldest sister’s accomplishments as it is true that a doctor is good profession and most children have a dream of becoming  doctors when they grow up.
          However,  I am not a doctor now.  I am a teacher. I am a kindergarten teacher. Oops! What  do you think? Do you think I feel sorry for that? or I regret as God doesn’t give me the opportunity to be a doctor. Or do you think  teaching is a cool profession? Is it a great achievement? When my parents and also everybody ask me questions, “ Do you like being a teacher?”. “ Do you like teaching kids?”  I would answer loud out,  “Yes! I am  proud being a teacher. I like teaching kids. I thank to My God, I have this opportunity and  love this profession.”
       Do you know that another advantage of  being a teacher is I train my self to always say good things to children, appreciate whatever children do or achieve and also respect to all children although they are small or little people? It is not easy to appreciate someone else achievements which are the simple or ordinary ones. However, once again how lucky I am, here I have got the lesson from my small fellows, my kids and they are one of my best teachers. Yes, my students train me to always appreciate other’s achievements, to be polite and also to have good character. Even though they are kids not adults ones but I try to always respect them and listen to what they want. I realize I am not the best one however I am trying to give them the best lessons, learning time, experiences and practices.
   I may share some wonderful things why I love this profession. As a kindergarten teacher, each my student  always had unforgettable story. Since these were memories when they were little, they will carry those memories forever and  be sweetest one in her/his life.  I feel so blessed, I could be part of my student’s sweetest memory. I think it is the best present for a teacher. As it means to me that they will remember me and  take me on their life journey.
      Furthermore, there were always special stories for the first day of kindergarten school. Most students told me when first came to school, they were very nervous, afraid and confused. It was the hardest time to say goodbye to parents especially to their mommy.  Also, it was the first time for them to trust stranger and the stranger was a teacher. Of course, the stranger  was me. However, once they got to know me and other  teachers, to sing and to play together, It was fun. Nothing needed to worry anymore. Those were to be the good gold old days for my students. Even, now they are growing big and they are jammed full with works and activities. But they are still thinking about kindergarten and also the teachers. How lucky I am!
       My every morning is a day of  adventure. Why do I say like that? As I know my students will be very excited for everything that I bring to class or  we do in the class with their friends. They often forget or ignore the rules to satisfy their curiosity. They may be overwhelmed or overstimulated in the classroom and they have short attention span. Moreover. we have to  remind the students the rules or repeat what they can do and can not do. I have to take care of myself and try not to lose my patience or to lose my temper or get frustrated easily and that is very important.
     In my opinion, teaching is one of the most important professions in today’s society and this profession is not easy. As a teacher, you will shape the minds of others and encourage them to think and act independently. To become a good teacher, it’s important to be organized. Create lesson plans, objectives, activities, and assessment plans well before starting each class day. Get your students interested in learning by fostering a positive, supportive, yet challenging classroom environment.
      This is 21st century.  I realize that as a teacher we have to keep learning as every year we teach different students and different era. Knowledge, technology, science are changing and progressing so fast. We have to teach with today's tools and technology. It means utilizing everything that is important in today's world so that students will be able to live and prosper in today's life.
        I am trying to always do my job with my outmost. I still keep learning in order to  give my students best in education. They are young generations. They will build the country and the future will depend on them. Today’s Youth Society is tomorrow’s hope!  So, our children must have well education, well manner and well character. Our students and children have rights to get them all, to get the right one.  
        I do believe if we do all things sincerely, honestly and lillahi ta’ala or for Allah, God will guide and give us the good life. The good life is not only a bunch of money, of course, but also good health, good family, good friends, good opportunity, happy life, etc. May The Almighty God always guide and bless me, my family as well  everybody. Amen.
 

Monday, October 18, 2021

Dulu dan Sekarang
Ina Harjadi
 18 Oktober 2021

Pandemi virus covid 19 membuat banyak perubahan di berbagai sektor kehidupan ini termasuk di dunia pendidikan. Guru adalah salah satu bagian terpenting dalam pengembangan pendidikan. Guru yang professional dan dapat menjalankan peran guru secara utuh sebagai pendidik, pengajar dan pembimbing akan menjadikan atau mencetak generasi penerus bangsa yang tidak ketinggalan, kritis, terampil memecahkan masalah, kreatif dan inovatif.

Kesadaran ini, membuat saya, seorang guru di Early Years dengan sadar diri, terbuka dan tanpa paksaan untuk belajar dan bertransformasi untuk menjadi guru profsional yang modern, guru yang bisa memenuhi kualifikasi sebagai   guru abad 21. Transformasi atau perubahan  yang saya lakukan, tidak mudah. Sampai saat inipun, semua masih berproses, masih belajar, melakukan trial & error, banyak bertanya dan terus mencoba.

Dulu, pembelajaran aktif dan kreatif dilaksanakan dengan menggunakan kertas kerja, gambar, video, benda langsung, demo teaching, praktek langsung, metode bercerita, metode role play , mengalami langsung, dan lain lain. Persiapan yang dilakukan agar siswa aktif,  mengalami langsung, bekerja sama, kreatif dan inovatif, sedangkan teknologi bukan menjadi media atau sarana utama.

Sekarang, saya melakukan yang dulu dilakukan dengan ditambah eksplorasi , inovasi, kreasi pembelajaran dengan teknologi menjadi media yang paling menunjang. Perubahan pembelajaran offline ke online dan teknologi yang berkembang dengan luar biasa menjadikan kegiatan yang inovatif harus dilakukan. Kegiatan pembelajaran dengan siswa tetap di rumah dan guru di sekolah adalah menjadi usaha yang luar biasa dari guru untuk mempersiapkan materi, media dan sarana pembelajaran yang mendukung guna lancarnya kegiatan pembelajaran online. Pengaplikasian berbagai teknologi  adalah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi.

Semoga Tuhan yang Maha Esa selalu memudahkan dan meridhoi langkah-langkah saya sebagai usaha melakukan yang terbaik dalam mendidik siswa-siswa generasi bangsa. Aamiin.

 


Saturday, October 9, 2021

Bapak...

 

Bapak…
Oleh : Ina Harjadi
Pwt, 2 Mei 2021

Ayo..ngesuk malem minggu mangan - mangan neng Restoran Sambel Murup, Bapak sing mbayar!” “Ayo, ngesuk dina minggu maring laut mangan iwak, bocah-bocah pada renang”, “Ayo..ngesuk nyadran nyekar ”, “Ayo...mbesuk tahun baru maring  Semarang, bocah-bocah dijak plesir Lawang Sewu mumpung prei” “ Ayo…ngesuk maring Kemranjen nyekar karo tilik Mas Sugeng mampir Bu Tuti. Masih terngiang di telingaku ajakan bapak buat kami semua. Kami yang yang dimaksud di sini adalah aku dan keluarga suamiku. Mereka  tiga bersaudara yaitu Mba Lies, Mas Didi ( suamiku ) dan Om Tito.

Seringkali Bapak mengajak kami untuk pergi bersama. Kami senang sekali bila mendengar hal itu. Semua antusias karena itu artinya semua harus bisa meluangkan waktu memenuhi ajakan Bapak. Maklum, karena kami masing-masing sudah mempunyai rumah sendiri-sendiri kecuali Mba Lies kakak pertama suamiku yang tinggal bersama Bapak karena Mamah Nini, begitu kami biasa memanggil Mamah sudah menghadap Allah SWT terlebih dahulu.

Tidak banyak yang Bapak lakukan untuk menghabiskan hari-harinya setelah diagnosis dokter menyatakan bahwa Bapak sakit jantung. Dulu Bapak senang sekali berolahraga Tenis hingga banyak piala berjejer rapi yang dipajang di atas buffet dari berbagai turnamen yang Bapak ikuti. Hebatnya, kebanyakan piala tersebut merupakan perolehan juara 1. Terbayang bagaimana ketika Bapak sehat, Bapak begitu menggemari olahraga ini. Usia lanjut dan sakit jantung membuat Bapak mengurangi banyak hal termasuk olahraga dan merokok.

Bapak juga menyikapi hasil diagnosis dokter tersebut dengan baik dan ikhlas. Dengan kesadaran yang tinggi, Bapak mulai berhenti merokok, tidak minum kopi, stop olahraga Tenis dan menghindari makanan berlemak. Rutinitas kontrol ke dokter dijalani dengan baik. Minum obat yang segepok pun Bapak jalani dengan ikhlas karena memang tidak boleh ada yang terlewati. Kedisiplinannya dengan jadwal minum obat selama bertahun-tahun membuat kami kagum. Bapak begitu semangat menjalani itu semua.

Untuk rutinitas ke dokter, awalnya Bapak tidak menggunakan Askes yang dimilikinya, namun Bapak lebih memilih ke dokter swasta langganannya. Kami hanya tinggal menelepon untuk mendaftar, kemudian ke tempat dokter praktek, dokter memeriksa Bapak dan memberi resep. Resep diberikan ke apotek dan langsung dibayar setelah selesai. Proses yang mudah dan tidak lama. Tempat dokter praktek juga nyaman dan tidak perlu melewati antre yang panjang.

Namun kemudian Bapak berubah pikiran untuk menggunakan Askes. Menggunakan Askes artinya no charge untuk semua obat dan kontrol setiap bulannya. Kami harus membuat rujukan dari puskesmas, mengambil nomor antrian dan semua harus antre ketika akan di cek dokter dan mengambil obat di apotek. Waktu yang tidak sebentar dan pasti melelahkan untuk Bapak. Namun Bapak bersikeras untuk menggunakan Askes dengan alasan yang kami dapat pahami bahwa di masa tuanya, Bapak semakin merasa sendiri, sedikit kawan atau merasa kurang perhatian. Ketika Bapak antre menggunakan Askes, Bapak dapat bertemu dengan banyak teman lansia dan dapat saling berbagi cerita dengan chemistry yang mirip bahkan sama. Kadang Bapak membawa cerita sedih karena Bapak A, B atau C sudah tidak dapat kontrol lagi dan meninggal.

Rumah kami memang tidak jauh dari rumah Bapak. Namun kami tidak bisa setiap hari berkunjung karena kesibukan kami bekerja dan mengurus keluarga kecil kami. Malam minggu menjadi ajang bertemu dengan kakak, adik, keponakan dan juga Bapak. Meskipun kami sudah wanti-wanti agar setiap perlu apapun Bapak hanya tinggal telpon dan memberitahukan kami yang Bapak butuhkan dan kami pasti segera datang. Maafkan kami, Bapak.

Sering kali kami dibuat kagum atas perhatian Bapak kepada kami. Batapa Bapak sangat sayang kepada kami semua. Pernah, bahkan sering, Bapak tiba-tiba datang ke rumah hanya sekedar ingin makan malam Mie Tek-tek yang ada di dekat rumah. Atau penasaran ketika kami “pamer”, membuat dapur baru atau teras baru di  rumah mungil kami. “Pamer “ bukan dalam arti sebenarnya, kami hanya ingin membuat Bapak senang sambil membuktikan bahwa kami bisa membuat sesuatu yang baik. Ini loh Pak, kami berkembang, kami mandiri, dan kami bahagia karena kami yakin Bapak pasti senang ketika kami “pamer” sesuatu yang baik dan membahagiakan.

Teringat kala itu, kami pamer membeli mobil VW kodok dan mobilnya masih di Semarang. Dan sungguh di luar dugaan, Bapak yang merancang pergi ke Semarang untuk mengambil mobil itu. Semua harus ikut dan lagi, ajakan bapak selalu menjadi motivasi kami untuk bisa kumpul bersama “ngesuk maring Semarang, melu kabeh. Bocah-bocah prei dadi sekali-kali piknik”. Begitulah ajakannya hingga kami tak kuasa untuk menolak.

Bapak, kami kangen. Kami kangen sekali masa-masa itu. Kami kehilangan Bapak. Kami ingin mengulang masa-masa itu bersama Bapak.

Bulan Agustus adalah bulan baik karena Mamah Nini, Bapak dan aku  berulang tahun. Aku senang karena aku bisa nebeng merayakan ulang tahun bersama Bapak.  Dan, yang membuat aku terharu beliau selalu ingat ulang tahunku. Di whatsApp keluarga, beliau sering terlebih dulu menyampaikan selamat ulang tahun. Aku tersanjung, senang, merasa diperhatikan dan disayang. Terselip banyak doa disampaikan. Doa yang tulus dari orang tua adalah terutama dan utama. Beliau bapak mertua namun terasa seperti bapak kandung. Bapak yang tidak membedakan-bedakan  anak, menantu atau anak sendiri. Terima kasih, Bapak!

Dua tahun sudah bapak meninggalkan kami semua. Kala itu, di tahun 2019, Bapak ulang tahun tanggal 19 Agustus dan seperti biasa kami makan bersama di Restoran Sambel Murub. Bapak terlihat biasa, baik dan ceria. Kami foto keluarga dengan gaya lucu. Bapak terlihat bahagia, mukanya terlihat lebih bersih dari biasanya. Tidak ada firasat apapun atau pesan apapun hari itu.

Hanya selang empat hari setelah itu, tepatnya tanggal 23 Agustus 2019, hari Jumat waktu subuh, Bapak pergi dengan sangat damai dan tenang untuk selamanya. Tidak terpancar kesakitan di raut muka Bapak meskipun beliau mempunyai penyakit jantung.

Beberapa hari sebelum meninggal, Bapak beberapa kali menuliskan permintaan maaf di grup WhatsApp keluarga. Dan berkali-kali Bapak wanti-wanti bahwa Bapak sudah menyiapkan semua di lemari baju ketika Bapak meninggal kelak. ”Kae, aku wis nyiapna mori, duit karo surat-surat penting. Mengko nek aku mati dadi ora pada bingung”. Masya Allah, Bapak sudah siapkan semuanya sendiri. Bapak tidak mau  merepotkan kami. Bapak memang luar biasa!

Tidak ada yang mengetahui kapan kita atau seseorang akan meninggal kecuali Allah SWT. Sebagai seorang muslim, jika ada yang meninggal pada hari Jumat, maka akan mendapat balasan terbebas dari siksa kubur. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam, hari Jumat merupakan hari yang spesial. Bukan hanya bagi kaum muslimin yang hidup, tapi juga untuk mereka yang sudah meninggal. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa saja yang meninggal di hari Jumat atau malamnya, maka dihapuskan siksa kubur dari dirinya".

Masya Allah, satu lagi kekaguman kami pada Bapak yang membuat kami ikhlas dan melepas Bapak dengan senyuman  karena  Beliau meninggal di hari yang sangat spesial, hari Jumat di waktu Subuh. Kami sangat kehilangan namun kami ikhlas. Insya Allah, almarhum husnul khotimah seperti yang dijanjikan Allah SWT. Bapak, kami ikhlas. Bapak sudah bertemu dengan Mamah, cinta sejati Bapak. Alfatihah….

  Guru Menulis Guru Menginspirasi Feedback PD oleh Mr. David Ludiranto   Puhua School secara konsisten dan terus menerus melaksanakan ...